Sabtu, 26 November 2011

KARYA TULIS NUNU

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DISMENORE DAN UPAYA PENANGANAN NYERI HAID ( DISMENORE ) DI SMA ISLAM
TERPADU DESA RANGGO KECAMATAN PAJO
KABUPATEN DOMPU

Naskah Publikasi

Di Susun Untuk Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Ahli Media Kebidanan Program Studi Diploma III Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima








DIAJUKAN OLEH :

NURUL QOMARIAH
NIM : 062401S08061


AKADEMI KEBIDANAN ( AKBID )
HARAPAN BUNDA BIMA
2011



THE PICTURE OF KNOWLEDGE OF THE DAUGHTER'S ADOLESCENT ABOUT EFFORTS OF MENSTRUATION OF THE HANDLING OF PAIN (DISMENORE) IN THE ISLAM SENIOR HIGH SCHOOL MOST SOLID RANGGO THE SUBDISTRICT PAJO
THE DOMPU REGENCY

NURUL QOMARIAH, A.HARIS, DAHLAN, NELLY.


ABSTRACK

Dysmenorrhea is a painful abdominal cramps that come from the womb during menstruation, this condition usually occurs once a month and start at the age of 12-15 years. Dysmenorrhea may be accompanied by nausea, vomiting, diarrhea and cramps. The excistance of abnormaly can disturb both nerves and activities of the adelocents.The aim of this complication is to identify their knowledge about menstrual pain, characteristics,and to identify their way to over come of its.

The design of the research used the descriptive method. The purpose is to get describe about the objective of situation using quiesioner. The result of this research shows that the adelocents who have good knowledge is 36 respondents ( 88 % ), and who have poor one is 0 respondents ( 0 % ), wheraus the respondents who have good knowledge about the characteristict of menstrual pain is 35 respondents, and who have poor one knowledge is 0 respondents ( 0 %), while halding of menstrual pain in good category is 27 respondents (66%), and the poor one is 9 respondents ( 22 % ).

From the results of the research can be concluded that most of level of adolenceds knowledge at Ranggo Islamic High School District Pajo, Dompu Regency 2011 is in good category, as well as their knowledge about the caracteristics of dysmenorrea and also their way handling of its.

The key word : knowledge, the handling of dysmenorrea.




PENGANTAR
Remaja merupakan suatu keadaan yang berangsur-angsur menuju kematangan secara fisik, akal, kejiwaan dan sosial serta emosional, sehingga remaja dapat di bedakan dalam beberapa tahapan, 1) Tahapan masa remaja awal dimulai ketika usia seorang anak telah genap 12-13 tahun, gejala-gejala yang di sebut gejala fase negatif biasa terjadi pada perubahan akhir periode pubertas / perubahan awal masa remaja awal. oleh karena itu,periode pubertas sering disebut sebagai fase negatife,selain itu masa remaja awal juga memiliki ciri khas yang di miliki masa-masa yag lain, 2) tahapan remaja akhir antara 17-21 tahun bagi wanita,18-22 tahun bagi laki-laki.diantara batasan usia ini,terjadi prosess penyempurnaan pertumbuhan fisik dan perkembangan aspek-aspek psikis yang telah dimulai sejak masa-masa sebeumnya.yang mengarah pada kematangan yang sempurna.ciri-ciri khas yang membedakannya dengan remaja awal, yaitu lebih matang menghadapi masalah, terutama menghadapi masalah dismenore dan penanggulangan nyeri haid ( dismenore ).
Dismenore merupakan suatu nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi,keadaan seperti ini biasanya terjadi sebulan sekali dan mulai pada usia 12-15 tahun, Dismenore dapat disertai dengan rasa mual, muntah, diare dan kram, sakit seperti kolik diperut, Beberapa wanita bahkan pingsan dan mabok, keadaan ini muncul cukup hebat sehingga menyebabkan penderita mengalami kelumpuhan aktivitas untuk sementara.
Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu Tahun 2010. Jumlah remaja yang mengalami gangguan haid atau dismenore yaitu 56 orang.dan berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada remaja putri di Desa Rannggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu di dapatkan 1,07 % - 1,31 % dari jumlah penderita dismenore yang datang ke Puskesmas Ranggo, berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Oktober 2010 pada siswi SMA Islam Terpadu Al-Kautsar Ranggo didapatkan 41 orang (40,3%) yang mengalami dismenore dari dari 64 (64 %) siswi yang pernah mengalami menstruasi di SMA.
Dampak dari terjadinya dismenore ini dapat mengganggu aktifitas-aktifitas dan mereka lebih banyak waktu istrahat dan libur bagi para remaja putri, namun upaya untuk mengoptimalkan masalah penanganan dismenore ini harus di lakukan secara dini, sitesis dan keseinambungan guna untuk mengurangi penderita dismenore dan agar dapat mewujutkan visi Indonesia sehat 2010, (1) yaitu dengan menyelenggarakan upaya kesehatan yang mengutamakan promotif dan preventif yang di dukung oleh kuratif, serta pengadaan penyuluhan yang di berikan dapat menambah informasi dan pengetahuan remaja dan juga dapat mempengaruhi pegetahuan remaja dalam mengetahui dismenore dan upaya penanganan nyeri haid (dismenore).
Penyebab terjadinya dismenore ini karena di pengaruhi oleh faktor psikis dan pengaruh dari katidak seimbangan hormon, rasa nyeri tersebut dapat merupakan ganguan primer dan gangguan primer ini sering terjadi pada remaja, namun dismenore primer merupakan suatu penyebab karena adanya prostaglandin yang di hasilkan oleh endometrium yang merupakn hormon yang di perlukan untuk memastikan kontraksi uterus selama menstruasi, pada remaja yang mengalami dismenore jumlah produksi prstaglandin lebih tinggi di atas nilai normal (2) dan Resiko yang berhubungan dengan beratnya gejala dismenore yaitu usia yang lebih muda saat terjadinya menarche. (3)
Uapaya penenganan untuk mengurangi dismenore dapat dilakukan dengan cara relaksasi, olah raga yang tertur terutama bejalan, pemijatan dan melakukan kompres hangat pada daerah perut juga dapat di kurangi dengan istrahat yang cukup.(5)
Penelitian ini dilakukan guna untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang dismenore dan upaya penenganan dismenore di SMA Islam Terpadu Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang suatu keadaan secara obyektif, yaitu pengetahuan remaja putri tentang upaya penanganan dismenore di SMA Islam Terpadu Al-Kautsar Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu.
Sampel dalam penelitian ini di ambil sebanyak 41 orang. peneliti menggunakan teknik secara purposive sampling karena adanya pertimbangan tertentu.responden yang di jadikan sampel dalam penelitian ini adalah siswi yang berumur 15 sampai 19 tahun.
HASIL PENELITIAN
1. Pengertian nyeri haid
Tabel 4.3 Distribusi frekwensi berdasarkan tingkat pengetahuan Remaja tentang pengertian nyeri haid di SMA Islam Terpadu Ranggo kecamatan Pajo Kabupaten Dompu bulan Mei 2011.

No
Pengertian nyeri haid
Frekwensi
Presentase (%)
1.             
Baik
36
88%
2.             
Cukup
5
12 %
3.             
Kurang
0
0 %

Jumlah
41
100 %

Dari tabel 4.3 di atas, menunjukan bahwa remaja yang memiliki tingkat pengetahuan baik tentang pengertian nyeri haid pada remaja di SMA Islam Terpadu Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu sebanyak 36 responden ( 88 % ),dan remaja yang memiliki pengetahuan kurang baik Sebanyak 0 responden ( 0 % ).

2. Pengetahuan tentang ciri-ciri nyeri haid
Tabel 4.4 Distribusi frekwensi berdasarkan tingkat pengetahuan Remaja tentang ciri-ciri nyeri haid di SMA Islam Terpadu di Desa Ranggo kecamatan Pajo kabupaten Dompu bulan Mei 2011.

No
Ciri-ciri nyeri haid
Frekwensi
Presentase (%)
1.
Baik
35
85 %
2.
Cukup
6
15 %
3.
Kurang
0
0 %

Jumlah
41
100 

Dari tabel 4.4 di atas,menunjukan bahwa remaja yang memiliki pengtahuan baik tentang ciri-ciri nyeri haid pada remaja di SMA Islam Terpadu di Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu sebanyak 35 responden (85%), dan remaja yang memiliki pengetahuan kurang baik Sebanyak 0 responden ( 0% ).

3. Pengetahuan cara penanganan nyeri haid
Tabel 4.5 Distribusi frekwensi berdasarkan tingkat pengetahuan Remaja tentang penanganan nyeri haid di SMA Islam Terpadu di Desa Ranggo kecamatan Pajo kabupaten Dompu bulan Mei 2011.
No
Penanganan nyeri haid
Frekwensi
Presentase (%)
1.             
Baik
27
66 %
2.             
Cukup
5
12  %
3.             
Kurang
9
22 %

Jumlah
41
100 %

Dari tabel 4.5 di atas,menunjukan bahwa remaja yang memiliki pengtahuan baik tentang penanganan nyeri haid haid pada remaja di SMA Islam Terpadu di Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu sebanyak 27 responden ( 66 % ),dan remaja yang memiliki pengetahuan cukup baik sebanyak 5 responden ( 12 %).
PEMBAHASAN
1. Pengertian nyeri haid ( Dismenore )
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa,tingkat pengetahuan remaja tentang pengertian nyeri haid di SMA Islam Terapdu di Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu tahun 2011, responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 36 responden ( 88 %) dan responden yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 0 responden ( 0 %) dari jumlah presentase tersebut diketahui bahwa yang paling banyak adalah remaja dengan pengetahuan baik dalam memahami pengertian nyeri haid.
Hal ini disebabkan oleh faktor pendidikan,umur siswa. Pendidikan responden sebagian besar adalah SMA kelas 2 sebanyak 22 orang ( 54 %), walaupun tingakt pendidikannya SMA kelas 2 tetapi informasi yang mereka dapatkan baik tentang pengertian nyeri haid ( Dismenore ) pada remaja baik itu melalui media cetak maupun elektronik karena disebabkan oleh perkembangan teknologi yang semakin baik sehingga mereka dapat memperoleh informasi-informasi dari berbagai media tersebut, karena dimana tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menentukan baik tidaknya pola asumsi maupun persepsi individu tertentu terhadap informasi yang masuk ataupun yang di terima,oleh karena itu dalam hal ini sangat sesuai dengan hasil penelitian yang di lakukan di SMA Islam Terpadu Ranggo,menunjukan hasil bahwa pengetahuan mereka tentang pengertian nyeri haid (dismenore) adalah baik.sesuai dengan pendapat Koetjoroningrat (1997) yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang,maka semakin mudah dalam menerima informasi sehingga semakin baik pula pengetahuan yang di miliki, sebaliknya pendidikan yang kurang akan menhambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru di perkenalkan.
Pengetahuan yang baik tidak hanya didukung oleh tingkat pendidikan yang tinggi,umur tetapi juga banyak sedikitnya pengalaman dan informasi yang di peroleh. Menurut Notoatmojo (2003), jika seseorang mendapatkan banyak informasi cenderung memiliki pengetahuan yang lebih luas.
Meskipun tingkat pendidikannya rendah bukan berarti pengetahuannya kurang dan begitu juga sebaliknya tidak berarti orang yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi memiliki tingkat pengetahuan yang luas. Di zaman yang semakin moderen ini informasi bisa di dapat dari berbagai media,baik media cetak maupun media elektronik semua informasi tersebut merupakan sumber pengetahuan. Tetapi kita harus bisa memilih mana yang baik dan buruk karena luas.
Sesuai dengan hasil penelitian membuktikan bahwa besarnya jumlah remaja yang mempunyai pengetahuan yang baik tentang pengertian nyeri haid ( Dismenore ) di SMA Islam Terpadu Ranggo Kecamatan Pajo kabupaten Dompu tahun 2011 juga di pengaruhi oleh tingkat pendidikan dan informasi yang di dapat dan juga di pengaruhi oleh pengalaman yang pernah di di alami oleh remaja tersebut.

2. Pengetahuan tentang ciri-ciri nyeri haid ( Dismenore ).
Berdasarkan hasil penelitian menggambarkan bahwa pengetahuan remaja di SMA Islam Terpadu Ranggo kecamatan Pajo Kabupaten Dompu tahun 2011, yaitu dalam kategori baik tentang ciri-ciri nyeri haid yang terjadi pada SMA Islam Terpadu Ranggo yaitu sebanyak 35 responden ( 85 % ), dan yang berpengetahuan kurang baik sebanyak 0 responden ( 0 % ), ini di pengaruhi oleh berbagai sebab yaitu diantaranya faktor internal yang ada di dalam diri remaja itu sendiri seperti informasi dan wawasan remaja yang sangat baik tentang ciri-ciri nyeri haid ( Dismenore ), usia remaja yang sebagian besar yaitu 16 tahun sebanyak 21 orang (51% ), selain dari faktor-faktor tersebut, remaja-remaja mempunyai motivasi untuk memperoleh informasi yang begitu baik tentang ciri-ciri nyeri haid (dismenore), sesuai dengan pendapat notoatmojo,( 2003 ), bahwa seseorang yang mempunyai informasi lebih banyak akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas,teori tersebut sesuai dengan hasil penelitian, yang sebagian besarnya berpengetahuan baik, meskipun ada sebagian remaja yang mempunyai pengetahuan cukup baik,namun informasi yang diperoleh tentang ciri-ciri nyeri haid membuat remaja di SMA Islam terpadu Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik tentang ciri-ciri nyeri haid.
Begitu pula pengalaman dalam mengenali ciri-ciri umum nyeri haid (dismenore),dari semua itu akan memberikan pengetahuan kepada remaja tentang langkah yang paling penting dalam menanggulangi masalah tersebut,orang yang mempunyai pengalaman akan meningkatkan pengetahuan dan orang yang belum berpengalaman, pengetahuan yang di peroleh tidak sebanyak orang yang berpengalaman,karena dari pengalaman akan menambah pengetahuan khusunya pengetahuan tentang ciri-ciri nyeri haid yang terjadi pada remaja. Dimana keadaan tersebut terjadi pada remaja-remaja yang pernah mengalami nyeri haid di SMA Islam Terpadu Ranggo Kecamatan pajo Kabupaten Dompu yang sebagia besar remaja yang berusia 16 tahun dimana pada usia ini individu sudah memasuki usia remaja sehingga cepat menangkap informasi yang diperoleh, daya ingat dan daya konsentrasinya kuat. Sehingga dalam mengambil keputusan khususnya dalam mengenali ciri-ciri nyeri haid ( dismenore ) lebih mudah dan cepat, karena pengetahuan seseorang dapat di peroleh dari pendidikan non formal juga dan tidak hanya pada pendidikan formal.
3. Pengetahuan cara penanganan nyeri haid.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang cara penanganan nyeri haid pada remaja di SMA Islam Terpadu Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu dapat dilihat bahwa yang paling bayak adalah responden dengan pengetahuan yang baik yaitu sebayak 27 responden ( 66 % ),yang berpengetahuan cukup baik yaitu sebanyak 5 responden (12%), hal ini sesuai dengan teori Notoatmojo ( 2003 ),bahwa pengetahuan adalah hasil dari tahu dan itu terjadi setelah orang melakukan penginderaan, penciuman, penglihatan, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia di peroleh dari pendidikan, pengalaman sendiri maupun orang lain,dan juga dari lingkungan sekitarnya.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan remaja di SMA Islam Terpadu Ranggo Kecamatan Pajo kabupaten Dompu tahun 2011 di pengaruhi oleh berbagai faktor antara lain yaitu usia,pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa mayoritas responden berpengetahuan baik dalam penanganan nyeri haid sewalaupun masih ada responden yang berpengetahuan cukup baik dan kurang baik.
Kemauan dan keinginan juga berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang, dimana remaja yang ada di SMA Islam Terpadu di Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten tersebut mempunyai keinginan untuk mencari tahu dan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai pengetahuan, khususnya pengetahuan tentang cara penaggulangan nyeri haid pada remaja sehingga pengetahuan remaja-remaja di SMA Islam Terpadu di Desa ranggo Kecamatan Pajo kabupaten Dompu terdapat banyak responden mempunyai pengetahuan baik dan juga terdapat beberapa pengetahuan remaja yang cukup baik dan tidak menuntut kemungkinan pengetahuan remaja tersebut akan cukup baik jika saja mereka mau mencari informasi untuk menambah pengetahuan mereka terutama pengetahuan tentang cara penanggulangan nyeri haid pada mereka. Seperti halnya yag di ungkapkan oleh Nursalam (2003) minat dapat di artikan sebagai suatu kecenderungan atau keinginan yang tinggi terhadap sesuatu dengan adanya pengetahuan yang tinggi dan minat yang cukup terhadap sesuatu, maka sangatlah mungkin seseorang tersebutakan berprilaku sesuai dengan apa yang di harapkan. Minat dan keinginan akan mempunyai pengaruh terhadap pengetahuan.akan tetapi hal tersebut mempengaruhi pengetahuan remaja di SMA Islam Terpadu di Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu karena mereka mau mencari tau tentang informasi-informasi terutama tentang penanganan nyeri haid
( Dismenore).
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai gambaran pengetahuan remaja puntri tentang upaya penanganan nyeri haid ( dismenore ) di SMA Islam Terpadu Di Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu tahun 2011 dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan data yang telah di sajikan dapat di simpulkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan remaja tentang pengertian nyeri haid ( dismenore ) di SMA Islam Terpadu Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu tahun 2011 adalah berada dalam kategori baik.
2. Berdasarkan data yang telah di sajikan dapat di simpulkan bahwa sebagian besar pengetahuan remaja tentang ciri-ciri nyeri haid ( Dismenore ) di SMA Islam Terpadu Di Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu tahun 2011 adalah berpengetahuan baik
3. Berdasarkan data yang telah di sajikan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pengetahuan remaja tentang penanganan nyeri haid ( dismenore ) di SMA Islam Terpadu Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu tahun 2011 adalah baik.
SARAN
Peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut :
1. Bagi IPTEK
Dapat digunakan sebagai sumber informasi dalam upaya peningkatan IPTEK khususnya di bidaang kesehatan remaja dan untuk sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu kesehatan.
2. Bagi Remaja
Meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya pengetahuan nyeri haid dan penanggulangan pada nyeri haid.
3. Bagi Peneliti
Sebagai tambahan pengetahuan dan pengalaman dalam upaya peningkatan kesehatan remaja.
4. Bagi Institusi Pendidikan
Dapat di jadikan sebagai masukan dan pertimbangan dalam pembuatan karya tulis ilmiah selanjutnya, khusnya yang berkaitan dengan upaya penaganan nyeri haid ( dismenore ) pada remaja.
5. Bagi institusi kesehatan
Dapat meningkatkan program pelatihan dan penyuluhan pada remaja-remaja putri yang ada di sekolah- sekolah SMA melalui tenaga kesehatan (promosi kesehatan pada kesehatan reproduksi pada remaja) sehingga pengetahuan remaja-remaja putri tentang uapaya penanganan nyeri haid ( Dismenore ) pada remaja putri bertambah.






DAFTAR PUSTAKA

Helen farney,(2004).Buku Ajar Asuhan Kebidanan 1.Jakarta : EGC

Yatti Batam,(2009).Berbagi Info Untuk Semua . http://www .Di Akses 09 mei 2009

Www.goegle.com. Universitas sumatera utara diakses maret 2009.

Depkes RI 2010, keperawatan komunitas. Blogspot.com: 2010





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar